Bunda, Begini Cara Memilih Sabun Bayi untuk Kulit Sensitif

sabun bayi untuk kulit sensitif

Pada dasarnya, bayi memiliki kulit yang lebih sensitif dibandingkan orang dewasa dan anak-anak, dan kondisinya menjadi berlipat saat ia memiliki kulit yang sensitif. Untuk itu, Bunda harus cermat memilih produk perawatan kulit bayi, termasuk sabun bayi untuk kulit sensitif. 

Tanda-Tanda Bayi Memiliki Kulit Sensitif 

sabun bayi untuk kulit sensitif

Kulit bayi tergolong tipis dibanding orang dewasa karena perkembangannya belum sempurna. Tak hanya tipis, kondisi ini juga menyebabkan kulit bayi menjadi lebih sensitif terhadap iritan dan memiliki pertahanan yang lemah terhadap bakteri. Penghalang kulit (skin barrier) yang belum terbentuk sempurna juga membuat kulit bayi menjadi mudah kering.

Selain pada dasarnya kulit lebih sensitif, ternyata ada juga bayi yang memiliki kulit yang cenderung sensitif. Untuk kondisi yang terakhir, kulit yang cenderung sensitif ini umumnya akan terbawa sampai ia dewasa.

Secara umum, kulit yang sensitif adalah kulit yang mudah bereaksi dan mengalami peradangan saat terpapar zat-zat tertentu. Bentuknya bisa rasa gatal, kulit menjadi sangat kering atau muncul kemerahan, ruam, mudah berjerawat, dan mudah terbakar sinar matahari.

Seperti apa tanda bayi memiliki kulit yang sensitif? Biasanya kulit bayi yang sensitif akan menjadi sangat kering dan muncul ruam saat:

  • Setelah mandi menggunakan sabun mandi. Bisa jadi karena kulit bayi sensitif terhadap parfum atau kandungan salah satu bahannya.
  • Setelah dioleskan losion atau krim ke kulitnya. 
  • Setelah dikenakan pakaian atau diselimuti. Kemungkinan karena kulit bayi sensitif terhadap deterjen, pewarna kain, atau jenis kain yang digunakan.

Ada dua bentuk kulit bayi sensitif yang umum terjadi, yaitu:

  • Eksim. Pada bayi, eksim biasanya muncul di pipi, kemudian menyebar ke seluruh wajah, tangan, dan kaki. Kulit bayi yang menderita eksim biasanya sangat sensitif terhadap penggunaan sabun.
  • Dermatitis kontak. Adalah kondisi saat kulit mengalami peradangan saat terpapar alergen atau iritan dari lingkungan. Jika peradangan ini membuat kulit bayi terinfeksi, bayi memiliki masalah pernapasan, atau  mengalami demam, maka bayi harus segera diperiksakan ke dokter anak. 

Memilih Sabun Bayi untuk Kulit Sensitif

Memilih produk-produk perawatan kulit bayi saja sudah harus dilakukan dengan cermat, terlebih lagi jika bayi memiliki kulit yang sensitif. Salah satu produk yang harus dipilih dengan cermat adalah sabun bayi untuk kulit sensitif.

Ada beberapa hal yang harus Bunda perhatikan saat memilih sabun bayi untuk kulit sensitif, yakni:

Perhatikan kandungan pH

Saat memilih sabun bayi untuk kulit sensitif, Bunda harus perhatikan kondisi kulit bayi terlebih dahulu. Saat baru lahir, kulit bayi umumnya memiliki pH mendekati netral, yaitu 6,4. Saat usianya bertambah, pH kulit bayi akan cenderung menjadi asam, seperti pH kulit orang dewasa.

Kebanyakan, sabun mandi memiliki pH yang alkali (basa) lho, Bun, yang merupakan kebalikan dari asam. Karena itu, untuk mencegah kulit bayi yang sensitif menjadi teriritasi, maka penting bagi Bunda untuk memilih sabun bayi yang memiliki pH asam seperti pH kulit bayi, atau paling tidak memiliki pH netral. 

Cek kandungan yang terdapat di dalam sabun

Selain pH sabun bayi, yang juga harus diperhatikan adalah kandungan bahan-bahan sabun tersebut. Sebenarnya sabun mandi yang minim bahan lebih disarankan karena berarti tak banyak zat-zat yang terpapar ke kulit bayi. Hindari juga kandungan yang dapat memicu alergi seperti parfum.  

Menggunakan sabun antibakteri juga tidak diperlukan untuk kulit bayi, sabun mandi biasa sudah cukup. Sabun antibakteri memiliki kandungan bahan-bahan yang mungkin saja tidak diperlukan untuk membersihkan kulit bayi, apalagi kulit bayi yang sensitif.

Jangan lupa setelah mandi, langsung oleskan losion pelembap kulit bayi saat kulitnya masih setengah kering. Menurut penelitian yang dilakukan di Tiongkok terhadap bayi berusia enam bulan ke atas, cara ini dapat membantu menjaga kelembapan kulit bayi, pH kulit, serta fungsi penghalang kulit. 

Lakukan tes terlebih dahulu

Agar lebih aman, maka Bunda bisa lakukan tes lebih dahulu terhadap sabun bayi untuk kulit sensitif. Caranya adalah dengan mengoleskan sedikit produk di kulit tangan bayi. Tunggu beberapa jam untuk melihat ada reaksi atau tidak. Jika tidak, maka sabun tersebut aman untuk digunakan bayi.

Inti dari perawatan kulit bayi yang sensitif adalah mengurangi paparan bahan-bahan yang tidak dibutuhkan dan/atau berpotensi menjadi alergen serta iritan. Hal ini tidak sulit kok, Bunda, tapi dibutuhkan kecermatan Bunda dalam memilih produk perawatan kulit bayi.

Sumber:

Healthline. 2020. How to Know If Your Baby Has Sensitive Skin.

WebMD. 2010. Taking Care of Baby’s Sensitive Skin.

Medical News Today. 2020. What Is the Best Soap for Babies?

By dr. Fatimah Hidayati, Sp.A

Dokter Spesialis Anak

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *