Perbedaan USG kista dan janin sering kali membingungkan. Kista dan janin sama-sama terlihat sebagai massa dalam rahim, tetapi memiliki ciri khas yang berbeda. Selain itu, kedua prosedur tersebut menggunakan alat yang sama, serta prosesnya pun tidak jauh berbeda. Yuk, kenali perbedaannya agar tidak salah paham dan lebih siap menghadapi hasil pemeriksaan.
Ultrasonografi atau USG adalah pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk melihat kondisi organ tubuh. Untuk merekam organ tubuh yang akan diperiksa, dokter akan menggerakkan alat transduser di permukaan kulit atau memasukkannya melalui bagian tubuh, seperti vagina.
USG biasanya dikenal sebagai pemeriksaan kehamilan. Padahal, USG tidak hanya dilakukan untuk memantau bagaimana tumbuh kembang janin, tetapi juga untuk mendeteksi gangguan kesehatan pada tubuh, salah satunya kista.
Berbagai Perbedaan USG Kista dan Janin
Meski menggunakan alat yang sama, USG kista dan USG janin memiliki perbedaan, Bun. Nah, beberapa perbedaannya meliputi:
1. Tujuan USG dilakukan
Pada dasarnya, USG terbagi dalam dua kategori, yaitu USG kehamilan dan USG diagnostik. USG kehamilan dilakukan untuk memastikan kehamilan dan memantaunya sampai persalinan. Sementara itu, USG diagnostik dilakukan untuk mendeteksi adanya gangguan pada tubuh, misalnya benjolan di bawah kulit yang berisi cairan (kista).
Nah, berdasarkan kategori tersebut, tentunya tujuan USG kista dan USG janin berbeda, ya, Bun. USG kista termasuk USG diagnostik karena bertujuan untuk mendeteksi adanya kista pada organ tubuh tertentu, seperti ovarium dan payudara.
Sementara itu, USG janin merupakan USG kehamilan ya, Bun. Kadang kala dokter juga bisa menemukan kista di rahim atau ovarium, bersamaan dengan melakukan USG kehamilan. Oleh karena itu, tidak hanya untuk memastikan terjadinya kehamilan, USG janin juga bertujuan untuk:
- Menghitung usia janin dan hari perkiraan lahir (HPL)
- Memantau pertumbuhan, pergerakan, dan detak jantung janin
- Melihat posisi janin
- Melihat kondisi organ reproduksi ibu, seperti leher rahim (serviks) atau ovum
- Mendeteksi apabila terjadi komplikasi kehamilan, seperti kehamilan ektopik
- Mendeteksi seberapa banyak cairan ketuban
- Mendeteksi kelainan pada organ, tulang, atau otot janin
2. Bagian tubuh yang diperiksa melalui USG
Perbedaan USG kista dan janin selanjutnya adalah pada lokasi dilakukannya USG. Perlu diketahui, kista bisa tumbuh di bagian tubuh mana pun. Karena alasan inilah USG kista juga bisa dilakukan di bagian tubuh tertentu, tergantung pada letak tumbuhnya kista. Adapun jenis USG yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kista adalah:
- USG perut, apabila kista tumbuh di organ dalam sekitar perut, seperti hati, ginjal, kandung kemih, atau pankreas
- USG payudara, apabila kista tumbuh di payudara
- USG leher, apabila kista tumbuh di leher
- USG panggul, apabila kista tumbuh di saluran kemih atau organ reproduksi, baik pada pria maupun wanita
- USG transvaginal, apabila kista tumbuh di rahim atau indung telur (ovarium)
- USG transrektal, apabila kista tumbuh di rektum
Berbeda dengan USG kista yang bisa dilakukan di bagian tubuh mana pun, USG janin hanya dilakukan di perut atau melalui vagina atau transvaginal. USG perut untuk kehamilan dilakukan dengan menggerakkan transducer di atas perut. Sementara itu, USG transvaginal dilakukan dengan memasukkan transduser ke dalam vagina.
3. Waktu dilakukannya USG
USG kista dan USG janin juga berbeda pada waktu pelaksanaannya, Bun. Seperti yang telah disebutkan, tujuan USG kista adalah mendeteksi tumbuhnya kista pada organ tubuh tertentu. Jadi, biasanya, USG ini dilakukan saat seseorang mengalami gejala kista sehingga dokter perlu melihat bagian dalam organ tersebut.
Nah, kalau USG janin kapan bisa dilakukan? USG janin bisa dilakukan dari awal masa kehamilan, Bun, biasanya saat usia kehamilan 8 minggu. Saat USG awal ini, banyak ibu hamil yang juga baru tahu bahwa dirinya hamil. Jadi, USG janin saat awal kehamilan biasanya hanya dilakukan untuk memastikan terjadinya kehamilan dan bagaimana kondisi janinnya, Bun.
Karena USG janin bertujuan untuk memantau tumbuh kembang janin, umumnya dokter juga akan menganjurkan ibu hamil untuk melakukan USG lagi saat usia kehamilan sudah mencapai 18–20 minggu. Alasannya, pada waktu tersebut, tumbuh kembang janin sudah makin pesat. Bahkan, jenis kelamin janin pun sudah bisa terdeteksi.
Sekarang sudah tahu kan bagaimana perbedaan USG kista dan janin, Bun? Tidak sulit untuk membedakan kedua prosedur tersebut karena perbedaannya hanya pada tujuan, lokasi, serta waktu dilakukannya USG. Yang pasti, USG merupakan prosedur yang cukup aman. Jadi jangan khawatir apabila harus menjalani prosedur tersebut ya.
Apabila Bunda perlu menjalani pemeriksaan USG, baik untuk kista maupun janin, tidak perlu ragu untuk bertanya kepada dokter mengenai prosedur ini ya. Bunda bisa menanyakan apa yang harus Bunda persiapkan, bagaimana prosedurnya, dan hal-hal yang perlu dilakukan setelahnya.
Sumber
National Institutes of Health (2024). MedlinePlus. Ultrasound Pregnancy.
National Institutes of Health (2023). MedlinePlus. Ultrasound.
Cleveland Clinic (2022). Diagnostic & Testing. Ultrasound.
Cleveland Clinic (2022). Diagnostic & Testing. Ultrasound in Pregnancy.
Mayo Clinic (2024). Tests & Procedures. Ultrasound.
Delgado, A. Healthline (2024). What’s Causing This Cyst?
Shelton, A., & Jones, S. WebMD (2024). Ultrasound.