Abortus Insipiens, Komplikasi Kehamilan yang Perlu Ibu Hamil Ketahui

abortus insipiens

Abortus insipiens adalah kondisi ketika janin masih dalam tahap perkembangan dan berada di dalam rahim, tetapi mulut rahim sudah terbuka sebelum kandungan berusia 20 minggu. Akibatnya, keguguran pun tidak bisa dihindari. 

Abortus insipiens ditandai dengan pendarahan, keluar cairan seperti air ketuban, dan kram perut bawah yang hebat pada kehamilan trimester 1. Namun, pendarahan abortus insipiens biasanya tidak terdapat gumpalan jaringan karena janin masih utuh di rahim ibu.

Penyebab Terjadinya Abortus Insipiens

Serviks umumnya tertutup sebelum masa kehamilan. Saat kehamilan terjadi, serviks perlahan melunak dan melebar untuk mempersiapkan persalinan. Nah, leher rahim (serviks) yang melunak dan membuka terlalu awal dapat menyebabkan ibu mengalami persalinan prematur, bahkan keguguran apabila terjadi pada awal kehamilan.

Selain itu, ada beberapa kondisi yang dapat memicu leher rahim membuka terlalu awal, di antaranya:

  • Kelainan bentuk rahim
  • Infeksi virus
  • Ibu hamil berusia di atas 45 tahun
  • Memiliki riwayat keguguran atau abortus insipiens
  • Ibu hamil merokok, mengonsumsi alkohol, atau obat-obatan terlarang
  • Ibu hamil menderita obesitas, diabetes, hipertensi, atau gangguan tiroid
  • Pernah menjalani operasi di leher rahim

Penanganan Abortus Insipiens

Ketika ibu hamil mengalami abortus insipiens, janin yang dikandung biasanya tidak dapat diselamatkan. Oleh karena itu, penanganannya akan fokus pada bagaimana janin dikeluarkan.

Biasanya, jaringan janin akan keluar dengan sendirinya atau melalui pemberian obat. Selain itu, kuretase mungkin diperlukan untuk membersihkan jaringan yang masih tertinggal di dalam rahim.

Ibu yang mengalami abortus insipiens biasanya merasa sedih dan bersalah sehingga memerlukan dukungan emosional. Oleh karena itu, setelah keguguran, dokter akan fokus pada pemulihan mental ibu dengan melakukan konseling jika memang diperlukan.

Mengalami keguguran bisa menjadi mimpi buruk bagi pasangan yang sedang menantikan momongan. Namun, Bunda tidak perlu menyalahkan diri dan berlarut-larut dalam kesedihan ya. Hal ini karena sebagian besar keguguran terjadi di luar kendali ibu hamil.

Meski begitu, Bunda tetap bisa melakukan beberapa tips untuk menciptakan kehamilan sehat dan mengurangi risiko terjadinya keguguran atau abortus insipiens, seperti:

  • Terapkan pola hidup sehat, seperti makan makanan bernutrisi dan berolahraga.
  • Hindari hal-hal yang bisa memicu stres saat hamil.
  • Jaga berat badan tetap ideal sebelum dan selama kehamilan.
  • Tidak merokok, minum alkohol, dan mengonsumsi obat terlarang
  • Kurangi asupan kafein, seperti kopi, teh, dan coklat.
  • Konsumsi vitamin prenatal secara rutin.

Bunda juga perlu melakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter sebelum merencanakan kehamilan ya. Pemeriksaan kandungan secara rutin juga diperlukan selama masa kehamilan. Ini untuk mengetahui adakah risiko komplikasi kehamilan seperti abortus insipiens sehingga kondisi tersebut bisa dicegah sedini mungkin.

Sumber:

Cleveland Clinic (2022). Incompetent Cervix.

Cleveland Clinic (2022). Miscarriage.

MSD Manuals (2024). Spontaneous Abortion.

Vengrow, B. G. Parents (2023). How to Lower Your Risk of Miscarriage.

By dr. Gracia Fensynthia

Medical Editor Alodokter

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *