Sariawan pada bayi bisa membuatnya rewel, bahkan enggan menyusu dan tidak nafsu makan akibat rasa nyeri yang muncul. Meski sariawan dapat hilang dengan sendirinya, kondisi ini perlu segera diatasi agar bayi tetap terpenuhi asupan nutrisinya.
Sariawan adalah luka kecil berwarna putih kemerahan yang muncul di dalam mulut, baik di bagian bibir, gusi, pipi bagian dalam, atau lidah. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tetapi rasa perih akibat sariawan bisa membuat bayi tidak nyaman saat menyusu maupun makan.
Berbagai Penyebab Sariawan pada Bayi
Sariawan merupakan kondisi yang umum terjadi. Pada bayi, sariawan bisa terjadi karena berbagai hal, seperti:
1. Luka di mulut
Saat mulai tumbuh gigi, bayi akan lebih sering menggigit benda apa pun di sekitarnya. Hal ini bisa meningkatkan risiko bayi mengalami luka kecil di gusi atau lidah akibat tergigit. Jika bayi sudah memasuki masa MPASI, makanan dengan tekstur kasar atau tajam juga bisa menyebabkan luka di bagian dalam mulutnya.
2. Infeksi jamur
Salah satu penyebab paling umum sariawan pada bayi adalah infeksi jamur Candida albicans. Jamur ini secara alami ada di dalam mulut, tetapi pertumbuhannya bisa berlebihan ketika keseimbangan bakteri baik dan jahat di dalam mulut terganggu.
Selain itu, ada pula beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko infeksi jamur pada bayi, seperti sistem imun bayi yang belum sepenuhnya berkembang dan sisa susu di mulut bayi dan yang dibersihkan secara rutin.
3. Alergi makanan
Beberapa bayi memiliki alergi terhadap makanan tertentu yang dapat memicu munculnya sariawan, terutama jika ia sudah mulai mengonsumsi MPASI. Beberapa jenis makanan tersebut meliput makanan asam, seperti jeruk dan tomat, serta produk susu atau makanan dengan zat pengawet.
4. Kekurangan nutrisi
Kurangnya asupan beberapa vitamin dan mineral juga dapat meningkatkan risiko munculnya sariawan pada bayi. Nutrisi yang berperan penting dalam menjaga kesehatan mulut bayi meliputi vitamin B12, zat besi, dan asam folat.
Selain itu, beberapa kondisi medis juga dapat menimbulkan sariawan sebagai salah satu gejalanya. Kondisi medis tersebut meliputi herpes, flu singapura, radang usus, dan penyakit celiac.
Cara Mengatasi Sariawan pada Bayi
Sariawan biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 1–2 minggu. Meski begitu, sariawan pada bayi perlu segera diatasi agar sakitnya bisa berkurang. Jadi, Si Kecil tidak kehilangan nafsu makan dan asupan nutrisinya tidak terganggu.
Nah, agar sariawan Si Kecil bisa cepat sembuh, ada beberapa hal yang bisa Bunda lakukan, yaitu:
1. Gunakan ASI sebagai antiseptik alami
Oleskan ASI pada area sariawan untuk membantu penyembuhan. Ini karena ASI mengandung antibodi alami yang dapat melawan infeksi.
2. Bersihkan mulut bayi dengan lembut
Gunakan kain lembut yang dibasahi air hangat untuk membersihkan mulut bayi setelah menyusu agar sisa susu yang masih menempel di gigi bisa hilang.
3. Hindari makanan yang bisa memperparah sariawan
Jika bayi sudah mulai makan MPASI, Bunda bisa memberikan makanan yang lebih halus, lembut, dan tidak panas. Hindari makanan asam atau pedas yang bisa membuat sariawan makin perih. Hindari pula makanan yang memiliki tekstur kasar.
4. Gunakan obat yang direkomendasikan dokter
Jika sariawan yang Si Kecil alami cukup parah, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan obat antijamur atau antiseptik yang aman.
Untuk mengurangi gejala sariawan, dokter biasanya memberikan obat sariawan anak dalam bentuk gel, obat tetes, atau semprot. Selain itu, obat seperti paracetamol dan ibuprofen juga bisa diresepkan dokter untuk meredakan nyeri dan mengurangi peradangan pada sariawan.
itulah beberapa tips untuk mengatasi sariawan pada bayi. Umumnya, kondisi ini memang bukan hal yang serius dan membahayakan Si Kecil. Namun, jangan tunda periksa ke dokter ya Bun, bila sariawan tidak kunjung membaik hingga lebih dari 2 minggu, disertai bercak putih yang makin banyak di dalam mulut, dan terjadi penurunan berat badan bayi secara drastis.
Sumber:
HSE Ireland (2021). Mouth Ulcers.
National Health Service UK (2024). Mouth Ulcers.
Crider, C. Healthline (2023). Why Are There Ulcers in My Baby’s Mouth?
Raising Children (2022). Mouth Ulcers: Children & Teenagers.
Jannelli, V. Verywell Health (2023). Recurrent Mouth Ulcers and Canker Sores in Children.