Bruntusan pada Bayi, Ini Penyebab dan Cara Menghilangkannya

bruntusan pada bayi

Bruntusan pada bayi bukanlah kondisi yang berbahaya. Namun, kondisi ini sering menjadi kekhawatiran bagi orangtua, apalagi jika muncul tiba-tiba di wajah atau tubuh anak. Untungnya, ada tips yang bisa Bunda lakukan untuk mengatasi bruntusan pada Si Kecil.

Bruntusan pada bayi umumnya sama dengan bruntusan orang dewasa, yaitu kulit yang kemerahan dan disertai bintik-bintik putih yang menonjol di area wajah, seperti pipi, hidung, dagu, atau dahi. Terkadang, bintik-bintik tersebut juga bisa muncul di tubuh.

Meski kondisinya sama, penanganan bruntusan pada orang dewasa dan bayi berbeda ya, Bun. Bruntusan bayi tidak bisa diatasi dengan sembarang obat karena bisa saja justru mengiritasi kulit Si Kecil.

Penyebab Bruntusan pada Bayi

Bayi sering kali mengalami bruntusan pascakelahirannya. Kondisi ini sendiri terjadi karena pori-pori kulit bayi belum berkembang sepenuhnya sehingga pori-pori mudah tersumbat. 

Pengaruh hormon ibu saat hamil dan menyusui juga bisa lho menyebabkan kulit bayi  bruntusan. Di samping itu, ada juga beberapa kondisi lain yang bisa menyebabkan bruntusan pada bayi, di antaranya:

1. Milia

Milia adalah kondisi yang cukup umum dialami oleh bayi baru lahir. Kondisi ini terjadi karena sel kulit mati menumpuk dan terbentuk di bawah permukaan kulit bayi. Akibat hal tersebut, muncul benjolan kecil berwarna putih yang mirip bruntusan di sekitar hidung, dagu, atau pipi bayi. 

2. Eritema toksikum

Ini adalah kondisi ketika kulit bayi mengalami ruam merah dengan benjolan kecil berisi cairan. Meski belum diketahui penyebabnya, eritema toksikum diduga muncul karena folikel rambut dan kelenjar penghasil minyak bayi belum terbentuk sempurna. 

Hal ini yang membuat benjolan kecil mirip bruntusan muncul di wajah atau badan bayi. Namun, Bunda tidak perlu khawatir ya. Soalnya, eritema toksikum bukan kondisi berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya.

3. Jerawat

Tidak hanya orang dewasa, bayi juga bisa jerawatan, Bun. Jerawat ini biasanya muncul pada minggu ke 2–4 setelah lahir. Bayi bisa memiliki jerawat karena kulitnya masih sensitif dan mudah iritasi. 

Hal ini juga bisa terjadi karena kebersihan yang tidak terjaga ya, Bun. Akibatnya, bintik-bintik kecil yang disertai kemerahan muncul di pipi, dagu, dan dahi bayi.

4. Eksim

Bruntusan pada bayi mungkin saja terjadi karena ia menderita eksim, yaitu suatu kondisi yang disebabkan oleh respons tubuh terhadap zat alergen tertentu, misalnya debu. 

Saat bayi terkena zat alergen (bahan yang memicu alergi), kulit biasanya jadi gatal, kemerahan, kering, bersisik, dan kasar seperti bruntusan. Gejala tersebut umumnya muncul di pipi dan jidat bayi. Namun, tak jarang eksim juga bisa muncul di badannya, seperti siku, lulut, dan area lipatan lain.

5. Biang keringat

Biang keringat terjadi karena keringat yang terperangkap di bawah kulit bayi akibat pori-pori yang tersumbat. Bayi yang mengalami biang keringat biasanya ditandai dengan benjolan kecil atau ruam merah gatal yang muncul di pipi, lipatan kulit, hingga area tertutup seperti perut, dada, dan bokongnya.

Cara Menghilangkan Bruntusan pada Bayi

Penanganan bruntusan pada bayi biasanya tidak sulit kok, Bun. Ini karena bruntusan yang dialami bayi umumnya bisa membaik dalam kurun waktu 1–2 minggu tanpa menggunakan obat.

Nah, untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah bruntusan timbul lagi, Bunda bisa melakukan beberapa tips berikut ini ya, yaitu:

  • Bersihkan wajah Si Kecil dengan air hangat secara rutin.
  • Keringkan wajah bayi dengan menepuk lembut menggunakan kain bersih.
  • Jangan menggosok dan memencet bruntusan di wajah atau badan bayi.
  • Hindari pemberian minyak, salep, krim, atau losion di wajah bayi.
  • Mandikan bayi sebanyak 2–3 kali dalam seminggu.
  • Gunakan sabun mandi dan deterjen pakaian yang bebas dari pewangi atau sudah berlabel hypoallergenic.

Apabila bruntusan terjadi karena eksim atau biang keringat, kondisi ini perlu penanganan khusus ya, Bun. Oleh karena itu, bruntusan yang disebabkan oleh dua kondisi tersebut harus diperiksakan terlebih dulu ke dokter

Nantinya, dokter akan meresepkan krim, salep, atau pelembap yang cocok untuk kondisi, jenis kulit, dan penyebab bruntusan pada bayi. 

Sumber:

Kids Health (2022). Erythema Toxicum.

Raising Children (2024). Milia.

Cleveland Clinic (2022). Erythema Toxicum Neonatorum.

Cleveland Clinic (2022). Milia.

Mayo Clinic (2024). Baby Acne.

Mayo Clinic (2024). Common Baby Rashes.

Goldman, R. Healthline (2023). Baby Acne or Rash? 6 Types and How to Treat Them.

Mount Sinai. Milia.

Key, A. P. WebMD (2024). Baby Eczema.

By dr. Gracia Fensynthia

Medical Editor Alodokter

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *