Kapan Bayi Mulai Berdiri?

bayi berdiri

Bagi Bunda dan Ayah, melihat perkembangan si Kecil—sekecil apa pun—tentu akan menjadi momen berharga yang membahagiakan. Setelah melalui beberapa bulan hanya dapat berbaring, mengangkat kepala, berguling, dan merangkak, Bunda menanti-nanti akhirnya bayi berdiri. 

Kenali tanda-tanda yang menyertai bayi berdiri serta bagaimana mempersiapkannya untuk mulai belajar berjalan. 

Otot Lengan dan Kakinya Semakin Kuat

bayi berdiri

Bayi berdiri dan bisa menopang tubuhnya sendiri adalah sebuah tahap penting yang menunjukkan perkembangan pada kekuatan otot lengan dan kakinya. Saat bayi berdiri, ini juga merupakan tahap awal dari dirinya untuk belajar melangkah dan berjalan. 

Bersiaplah Bunda, karena tak lama lagi ia akan bergerak semakin aktif, sehingga semakin membutuhkan pendampingan dari Bunda. 

Berdasarkan tahap tumbuh kembang, bayi berdiri akan melalui beberapa langkah:

  • Berdiri sambil berpegangan: mulai usia 6 ½ sampai 8 ½ bulan.
  • Bangun dan berdiri sendiri: mulai usia 8-10 bulan.
  • Berdiri kuat selama kira-kira 2 detik: mulai dari usia 9-11 ½ bulan.
  • Berdiri sendiri tanpa dibantu: mulai usia 10 ½ sampai 14 bulan. 

Perlu diketahui bahwa kerangka waktu tersebut bukanlah menjadi keharusan. Jika Si Kecil belum bisa melakukan gerakan seperti perhitungan di atas, maka Bunda tidak perlu khawatir. 

Pengalaman dan perkembangan anak bisa berbeda-beda. Apalagi pada si Kecil yang lahir prematur, ada kemungkinan adanya sedikit keterlambatan pada tahap-tahap tersebut. 

Cara Memotivasi si Kecil Berdiri

Untuk dapat berdiri tanpa dibantu, si Kecil membutuhkan otot kaki, pinggul, dan perut yang kuat untuk menopang tubuhnya. Bunda dapat membantu si Kecil untuk semakin terampil berdiri dengan beberapa cara berikut:

Berdirikan tubuhnya di pangkuan Bunda

Biasanya saat berada di posisi ini, si Kecil akan segera menekukkan lututnya dan sedikit melompat-lompat. Pegangi tubuhnya agar ia tidak terjatuh ya, Bun.

Biarkan si Kecil bermain bebas di lantai

Namun terus didampingi ya, Bun. Dengan bermain bebas di lantai, ia akan punya banyak kesempatan untuk menggerakkan kaki dan pinggulnya, sehingga semakin kuat untuk belajar berdiri.

Agar si Kecil lebih aman bermain di lantai, pasang alas yang cukup empuk seperti karpet atau alas bermain untuk anak-anak, sehingga bila ia terjatuh tidak akan menimbulkan rasa sakit atau berisiko memar/luka.

Tetap awasi anak

Biasanya saat ia merasa tubuhnya sudah cukup kuat, si Kecil akan meraih perabotan untuk membantunya berdiri, misalnya sofa, meja, kursi, dan sebagainya.

Tetap awasi si Kecil saat melakukan ini untuk memastikan bahwa benda-benda yang digunakannya untuk menopang tubuhnya cukup kuat dan tidak terguling.

Ajak bermain bersama bayi-bayi yang lain

Biasanya dengan melihat aktivitas yang dilakukan bayi lain, salah satunya yang sudah mampu berdiri, si Kecil akan tertarik untuk menirukannya. 

Jangan memaksa berdiri lama

Kadang si Kecil hanya tertarik untuk berdiri selama beberapa saat, kemudian kembali duduk. Ini adalah proses belajar yang normal.

Jangan memaksanya untuk berdiri lama, apalagi sampai ia menangis. Bersabarlah.

Latihan berjongkok

Ajak si Kecil untuk latihan berjongkok untuk memperkuat otot kaki dan pahanya. 

Berikan apresiasi

Jangan lupa berikan apresiasi atas prestasinya di hari itu ya, Bun. Bertepuk tangan atau bersorak akan membuat si Kecil merasa senang dan mengerti bahwa apa yang dilakukannya membuat Bunda senang.

Dengan begitu, si Kecil akan semakin bersemangat untuk mencoba berdiri dan mampu melakukan keterampilan yang berikutnya.

Sumber:

What to Expect. 2018. Stand Up.

Parents. 2015. When Will My Baby Stand Without Support?

Verywell Family. 2020. When Do Babies Usually Start to Stand?

By dr. Arnold Soetarso, Sp.A

Dokter Spesialis Anak

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *