Keloid bekas SC memang bikin nggak nyaman ya, Bun. Belum lagi, kalau bergesekan dengan pakaian, keloid dapat menimbulkan rasa gatal, perih, dan nyeri, bahkan bisa juga mengganggu penampilan, lho. Namun, tenang, keloid bekas operasi caesar ini bisa lho dihilangkan. Nah, kira-kira, gimana ya caranya?
Keloid adalah bekas luka yang menonjol dan menebal, yang biasanya muncul setelah sembuh dari operasi, termasuk operasi caesar. Umumnya, keloid berwarna kemerahan atau lebih gelap dari kulit di sekitarnya, Bun. Meski begitu, keluhan ini tidak berbahaya kok, hanya saja keloid bisa mengganggu penampilan.
Di samping itu, keloid bekas SC juga bisa terasa gatal, nyeri, dan perih, terutama jika bergesekan dengan pakaian. Agar terbebas dari rasa tidak nyaman dan tidak lagi mengganggu penampilan, ada cara yang bisa Bunda lakukan untuk menghilangkan keloid bekas SC. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!
Cara Menghilangkan Keloid Bekas SC
Berikut adalah beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk mengatasi keloid bekas SC:
1. Pembalut kompresi
Untuk keloid yang baru muncul, pilihan pengobatan yang bisa Bunda pilih adalah pembalut kompresi. Pembalut kompresi ini terbuat dari bahan atau kain elastis yang bisa membantu mengurangi dan mencegah terbentuknya bekas luka, lho.
Cara kerja pembalut kompresi adalah dengan memberikan tekanan pada luka selama proses penyembuhan, Bun. Bunda bisa menggunakan pembalut ini selama 4–6 bulan dengan durasi pemakaian 12–24 jam sehari, lho.
2. Gel atau lembaran silikon
Cara menghilangkan keloid bekas SC adalah dengan gel atau lembaran silikon. Bunda bisa menggunakan gel atau lembaran silikon yang dibalutkan di bagian kulit tempat tumbuhnya keloid.
Metode ini dapat membantu menghentikan pertumbuhan dan meratakan keloid yang mengganggu setelah operasi caesar, lho. Gel atau lembaran silikon ini bisa digunakan setidaknya selama 12 jam per hari, Bun.
3. Krim atau suntikan kortikosteroid
Keloid bekas SC juga bisa diatasi dengan krim atau suntikan kortikosteroid, Bun. Suntikan kortikosteroid dapat membantu mengurangi ukuran bekas luka keloid. Tidak hanya itu, suntikan ini juga dapat mengurangi peradangan dan kemerahan, lho. Sementara itu, krim kortikosteroid juga berguna untuk meredakan rasa gatal yang mengganggu akibat luka keloid, Bun.
4. Krioterapi
Metode menghilangkan keloid bekas SC dapat dilakukan dengan membekukan keloid menggunakan nitrogen cair atau krioterapi, Bun. Meski dapat mengempiskan keloid, tetapi metode ini dapat menimbulkan efek samping berupa luka lepuh, nyeri, dan hilangnya warna pada kulit (hipopigmentasi).
5. Terapi radiasi
Perlu diketahui nih, Bun, terapi radiasi biasanya direkomendasikan jika keloid bekas SC sulit diatasi dengan krim atau suntikan kortikosteroid. Metode ini menggunakan sinar-X dosis rendah yang dapat mengecilkan jaringan parut.
Nah, sinar ini akan menghancurkan sel-sel di kulit yang memproduksi kolagen sehingga membuat bekas luka baru tidak terbentuk secara lebar. Terapi radiasi ini tidak menimbulkan rasa sakit dan hanya memakan waktu sekitar 10 menit, lho.
6. Perawatan laser
Bunda punya keloid bekas SC yang ukurannya besar? Tenang, keluhan ini bisa kok diatasi dengan perawatan laser. Dokter sering kali mengkombinasikan perawatan ini dengan suntikan kortikosteroid. Perawatan laser bisa Bunda pilih untuk membantu memudarkan keloid dan meredakan rasa gatal, lho. Selain itu, perawatan laser juga tidak akan meninggalkan warna kemerahan pada bekas keloid, Bun.
7. Operasi pengangkatan keloid
Nah, jika keloid bekas SC tidak bisa hilang dengan berbagai perawatan sebelumnya, maka dokter biasanya akan menyarankan Bunda untuk melakukan operasi pengangkatan keloid. Meski demikian, prosedur operasi ini berisiko menimbulkan keloid lain yang lebih besar, Bun.
Nah, untuk mengurangi risiko tersebut, dokter umumnya akan mengkombinasikan operasi dengan tindakan lainnya, seperti suntikan kortikosteroid. Jadi, nggak usah khawatir, ya.
Bunda, tidak usah cemas karena keloid bekas SC bisa dihilangkan dengan cara-cara di atas. Namun, sebelum melakukannya, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu ya, Bun. Hal ini penting dilakukan agar dokter bisa membantu menentukan cara yang tepat untuk menghilangkan keloid sesuai dengan kondisi kesehatan Bunda.
Sumber:
National Health Service UK (2023). Health A to Z. Keloid Scars.
Cleveland Clinic (2024). Diseases & Conditions. Keloid Scars.
Cleveland Clinic (2020). Procedures & Treatments. Cryotherapy.
Mayo Clinic (2020). Diseases & Conditions. Keloid Scars.
American Academy of Dermatology Association (2024). Keloid Scars: Diagnosis and Treatment.
Baby Center (2023). C-Section Scars, Healing, and Incision Care.
Family Doctor (2023). Keloids (Raised Scars).
WebMD (2023). Keloid Scars: Causes and Treatments.