Benarkah Wanita Kurus Susah Hamil?

Mungkin Bunda pernah mendengar beberapa mitos seputar kehamilan, salah satunya adalah kabar bahwa wanita yang memiliki tubuh yang kurus akan lebih susah hamil. Namun, ternyata hal ini bukan sekedar mitos belaka, Bun.

Informasi bahwa wanita kurus susah hamil telah dibuktikan melalui beberapa penelitian yang mengungkapkan pengaruh berat badan terhadap kesuburan. Kondisi tubuh seorang wanita yang terlalu gemuk atau terlalu kurus ternyata dapat menjadi penyebab wanita sulit hamil. Mengapa hal ini bisa terjadi? Berikut penjelasannya, Bun.

Penyebab Wanita Kurus Sulit Hamil

Anggapan bahwa wanita kurus susah hamil ternyata memang telah terbukti kebenarannya, Bun. Tingkat kesuburan seseorang dapat dipengaruhi oleh kadar lemak yang yang dimiliki dalam tubuh. Lemak tubuh dibutuhkan untuk memproduksi hormon estrogen yang berperan dalam siklus menstruasi wanita.

Wanita dengan berat badan rendah cenderung memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur sehingga tidak bisa melepaskan sel telur untuk dibuahi pada setiap siklus atau yang dikenal dengan istilah anovulasi.

Tak hanya itu, kadar lemak tubuh yang sedikit berpotensi mengganggu aliran hormon dari otak menuju kelenjar hipofisis. Hal ini membuat kelenjar hipofisis tidak memberi sinyal kepada ovarium untuk melepaskan sel telurnya.

Walaupun sel telur yang dimiliki sehat, kondisi ini membuat sel telur akan tetap berada di ovarium. Jika sel telur tidak dilepaskan, proses pembuahan antara sperma dan sel telur tidak akan terjadi sehingga tidak menyebabkan kehamilan.

Dr. Richard Sherbahn, pakar kesuburan dari Chicago, AS, mengungkapkan bahwa dampak berat badan wanita yang terlalu kurus selama ini sering diabaikan. Menurut pengalamannya yang telah menangani 2500 sesi program bayi tabung, sekitar 50 persen dari kelompok berat badan normal telah memiliki bayi.

Begitu pula dengan 45 persen wanita dari kelompok obesitas, termasuk wanita yang masuk kategori sangat gemuk. Namun, pada wanita yang tergolong sangat kurus, angka keberhasilan kehamilannya hanya 34 persen.

BACA: 5 Risiko Hamil di Usia Remaja

Tips Menaikkan Berat Badan

Berat badan merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi kesuburan. Jika Bunda terlalu gemuk atau terlalu kurus, hal ini berpotensi menyebabkan susah hamil. Namun, tubuh yang terlalu kurus akan lebih meningkatkan risiko sulit hamil bila dibandingkan tubuh yang terlalu gemuk. Untuk itu, agar dapat mencapai berat badan yang ideal, berikut ini beberapa cara untuk menaikkan berat badan secara alami:

1.    Makan lebih sering

Menaikkan berat badan secara alami dapat dilakukan dengan makan lebih sering. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan asupan kalori ke dalam tubuh sehingga berat badan menjadi naik.

Jika Bunda tidak sanggup makan dengan porsi banyak, cobalah untuk makan dengan porsi yang sedikit namun sering. Bunda juga dapat membiasakan makan camilan untuk menambah asupan kalori. Pilih camilan yang sehat seperti roti jagung rebus, ubi rebus, kacang-kacangan atau buah-buahan.

2.    Konsumsi makanan berlemak baik

Walaupun terdengar mudah, menaikkan berat badan dapat menjadi hal yang sulit untuk sebagian orang. Jika Bunda merasa terlalu kurus dan khawatir akan susah hamil, tingkatkan kalori dengan mengkonsumsi asupan yang mengandung lemak tak jenuh seperti omega-3 dan omega-6.

Jenis lemak baik ini termasuk asupan yang sehat karena tidak menimbulkan lemak di pembuluh darah. Beberapa sumber makanan yang mengandung lemak baik seperti alpukat, telur, ikan, dan kacang-kacangan.

3.    Istirahat cukup

Beberapa anggapan menyatakan bahwa kurang tidur dapat membuat penurunan pada berat badan. Pembakaran kalori berlebih karena begadang pada malam hari dapat membuat tubuh semakin kurus jika tidak diimbangi dengan asupan yang cukup.

Kurang istirahat juga dapat mempengaruhi kesuburan karena siklus menstruasi dapat menjadi tidak teratur. Selain itu, kurang istirahat juga dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun sehingga Bunda menjadi rentan sakit.

4.    Rutin minum susu

Cara lainnya untuk menaikkan berat badan adalah dengan rutin minum susu. Menurut penelitian dalam jurnal Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine, minum susu tiga kali sehari mampu menambah asupan protein dan lemak ke dalam tubuh sehingga massa otot dan berat badan jadi bertambah.

Susu juga mengandung berbagai nutrisi yang baik bagi tubuh seperti protein, lemak, karbohidrat, kalsium, vitamin D, vitamin B6, fosfor, dan asam folat. Bunda pun juga dapat memilih susu untuk program hamil yang berfungsi untuk membantu tubuh agar siap jika mengalami kehamilan. Selain minum susu, Bunda juga dapat mengkonsumsi produk olahan susu, seperti keju, es krim, yoghurt, dan pudding.

5.    Kelola stres

Kondisi stres yang parah dapat membuat penurunan berat badan secara drastis. Hal ini disebabkan karena stres dapat memicu kesulitan makan, kesulitan tidur, dan gangguan pencernaan.

Selain itu, kondisi psikologis juga sangat menentukan kesuburan seseorang. Jika Bunda merasa stres karena kurus serta susah hamil, hal ini justru dapat memperburuk keadaan dan tingkat kesuburan Bunda menjadi semakin terganggu.

Untuk itu, kelola stres dengan baik agar kesehatan dan tingkat kesuburan Bunda dapat meningkat. Jika perlu, Bunda dapat menemui psikolog untuk mendapatkan saran tentang bagaimana mengelola stres dengan baik.

Alasan wanita yang bertubuh kurus susah hamil erat kaitannya dengan produksi hormon estrogen yang diperlukan untuk pematangan ovarium. Semakin sedikit lemak yang terdapat di tubuh, semakin sedikit pula hormon estrogen yang terbentuk.

Untuk itu, jika Bunda sedang merencanakan kehamilan dan memiliki berat badan terlalu rendah, cobalah beberapa tips di atas untuk menaikan berat badan secara alami. Bunda juga dapat menemui dokter gizi atau dokter kandungan agar mendapatkan rekomendasi terbaik seputar cara menaikkan berat badan agar mudah hamil.

BACA: Q&A: Benarkah Perempuan Gemuk Sulit Hamil?

Sumber:

Very well Family. 2021. Why Your Weight May Matter When You’re Trying to Conceive

Forbes. 2021. How Body Fat Impacts Fertility And Pregnancy

Insider. 2021. How weight impacts your chances of getting pregnant?

By dr. Fella Halimah Pratami, Sp.OG

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *