Mandi Air Hangat Saat Hamil Boleh, tapi Ada Syaratnya Lho!

Mandi air hangat saat hamil bisa membuat tubuh Bunda lebih rileks. Namun, ada beberapa hal yang harus Bunda perhatikan agar mandi air hangat tidak berdampak buruk bagi kondisi Bunda dan janin.

Kehamilan merupakan salah satu momen yang bahagia bagi Bunda dan keluarga. Namun, tidak bisa dipungkiri kalau perubahan hormon saat hamil bisa saja menyebabkan Bunda menjadi mudah lelah, pegal di beberapa bagian tubuh, dan mengalami kram kaki.

Terlebih, setelah melewati aktivitas yang melelahkan seharian, pasti Bunda ingin mengobati rasa lelah dengan merelaksasikan tubuh, misalnya dengan mandi air hangat.

Namun, ada anggapan bahwa mandi air hangat bisa berdampak buruk terhadap perkembangan janin. Wah, apa benar begitu?

Fakta tentang Mandi Air Hangat Saat Hamil

Jika Bunda pernah mendengar bahwa ibu hamil dilarang mandi air hangat, tentu saja hal ini tidak benar ya, Bun. Mandi air hangat saat hamil sebenarnya boleh banget kok, Bun.

Justru, mandi air hangat mampu memberikan beragam manfaat untuk Bunda dan Si Kecil dalam kandungan, seperti:.

  • Melancarkan aliran darah dan oksigen di dalam tubuh
  • Meredakan nyeri dan kram otot selama masa kehamilan
  • Menenangkan pikirkan, meredakan stres, dan mengatasi kecemasan sehingga ibu hamil bisa tidur lebih nyenyak di malam hari

Nah, untuk memperoleh manfaat mandi air hangat saat hamil tersebut, ada beberapa hal yang sebelumnya harus Bunda ketahui terlebih dulu, Bun. Apa saja ya?

Tips Aman Mandi Air Hangat Saat Hamil                               

Setelah mengetahui manfaat mandi air hangat saat hamil, Bunda tetap harus memperhatikan beberapa hal, seperti suhu air dan durasi ketika Bunda mandi.

Ini karena air yang panas bisa melukai kulit Bunda dan juga meningkatkan suhu tubuh. Hanya saja, kondisi naiknya suhu tubuh ini hanya bersifat sementara dan suhu tubuh Bunda bisa kembali normal dengan sendirinya setelah mandi.

Selain itu, sering mandi dengan air panas dan terlalu lama saat hamil dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko terjadinya kontraksi rahim, yaitu kondisi yang dapat menyebabkan keguguran dan kelahiran prematur. Namun, Bunda tidak perlu khawatir, ya. Kondisi-kondisi yang sudah disebutkan tadi bisa Bunda hindari, kok.

Bunda yang ingin mandi air hangat saat hamil cukup pastikan suhu air yang digunakan tidak lebih dari 37°C. Usahakan juga ya untuk tidak mandi lebih dari 30 menit agar Bunda tetap bisa memperoleh manfaat mandi air hangat dengan aman.

Tidak hanya memperhatikan suhu dan durasi, Bunda juga perlu berhati-hati selama berada di kamar mandi karena lantai yang licin bisa membuat ibu hamil terpeleset dan mengalami cedera.

Nah, kalau Bunda mengikuti tips di atas, mandi air hangat saat hamil pun aman dilakukan. Namun, kalau Bunda masih memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk tanyakan ke dokter, ya.

Sumber:

American Pregnancy Association. Hot Tubs During Pregnancy.

Lindberg, S. Healthline (2023). Cold Showers vs. Hot Showers: Which One Is Better?

Ernst, H. Healthline (2018). Hot Tubs and Pregnancy: Safety and Risks.

Cottrell, S. Parents (2023). What You Need to Know About Taking Baths During Pregnancy.

Wisner, W. Verywell Family (2022). Can I Take a Bath While Pregnant?

By dr. Kevin Adrian Djantin

Project and Collaboration Medical Editor Alodokter

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *