Melahirkan Lewat HPL, Apa yang Harus Bunda Lakukan?

melahirkan lewat HPL

Beberapa hari menjelang HPL (hari perkiraan lahir), Bunda sudah tidak sabar untuk menyambut kehadiran si kecil di dunia. Namun saat HPL tiba, kok tidak ada tanda-tanda akan melahirkan, ya? Tak perlu cemas berlebihan, Bunda, karena merupakan hal yang normal jika Bunda melahirkan lewat HPL sampai usia kehamilan 41 minggu (late term pregnancy). 

Walau demikian, Bunda harus tetap waspada karena risiko semakin meningkat saat kehamilan mencapai usia 42 minggu bahkan lebih.  

HPL Hanya Perkiraan, Bukan Kepastian

melahirkan lewat HPL

Perlu Bunda sadari bahwa HPL adalah perkiraan, bukan sesuatu yang mutlak. Sebanyak 60 persen ibu hamil melahirkan dalam kurun waktu seminggu sebelum atau seminggu sesudah HPL, sisanya melahirkan tepat waktu pada usia kehamilan 39-40 minggu. 

Biasanya jika usia kehamilan sudah mencapai 41 minggu, maka dokter kandungan dan bidan akan melakukan berbagai pemeriksaan kandungan. Kondisi Bunda juga akan lebih sering dipantau untuk menghindari terjadinya risiko-risiko akibat melahirkan lewat HPL.

Tidak ada yang tahu pasti kenapa ada ibu hamil yang melahirkan lewat HPL, bahkan sampai lebih dari 42 minggu.

Dugaan yang kuat adalah adanya kesalahan dalam menghitung HPL, yang berdasarkan hari pertama periode menstruasi terakhir, menyebabkan perkiraan usia kehamilan jadi berlebih. Pelaksanaan USG pada awal kehamilan dapat membantu menentukan HPL yang lebih akurat. 

Meskipun begitu, ada faktor-faktor yang meningkatkan risiko ibu hamil melahirkan lewat HPL, yaitu kelahiran anak sebelumnya yang juga melewati HPL, belum pernah hamil (nuliparitas), usia ibu hamil di atas 30 tahun, dan obesitas. 

Faktor genetik juga berperan. Ibu hamil yang dulu dilahirkan lewat dari HPL memiliki 49 persen risiko untuk menyebabkan bayinya telat lahir, sementara faktor risiko dari ayah yang dilahirkan lewat dari HPL adalah 23 persen. 

Janin dengan anensefali dan defisiensi surfaktan di plasenta juga merupakan penyebab ibu hamil melahirkan lewat dari waktu yang diprediksi, walaupun jarang terjadi.  

Berbagai Risiko Jika Melahirkan lewat HPL

Jika pada usia kandungan 42 minggu bayi belum juga lahir, maka risiko kesehatan Bunda dan janin semakin meningkat. Salah satu risikonya adalah plasenta yang secara bertahap akan berhenti bekerja sebaik biasanya. 

Akibatnya, asupan oksigen dan nutrisi ke janin akan terganggu. Hal ini dapat membuat pertumbuhan janin terganggu, janin mengalami stres, kesulitan saat persalinan, dan meningkatkan kemungkinan janin meninggal dalam kandungan atau saat dilahirkan. 

Masalah lain yang kemungkinan juga akan muncul adalah kesulitan melahirkan karena janin semakin besar, sehingga Bunda bisa mempertimbangkan melahirkan dengan operasi caesar. 

Selain itu, volume air ketuban juga akan menyusut menyebabkan terganggunya detak jantung bayi dan menekan tali pusar.

Pada ibu hamil, melahirkan lewat HPL dapat meningkatkan risiko terjadinya distosia, robekan vagina yang parah (jika melahirkan normal akibat besarnya janin), infeksi postpartum, dan perdarahan postpartum. 

Melihat risiko-risiko ini, maka pada minggu ke-41 usia kehamilan, Bunda sebaiknya sudah mulai berdiskusi dengan dokter kandungan dan bidan mengenai opsi melakukan induksi. 

Induksi yang dilakukan pada usia kehamilan ini akan mengurangi risiko meninggalnya janin dibandingkan usia kehamilan 42 minggu. Induksi lebih awal juga membuat Bunda dapat melahirkan normal, tak perlu operasi caesar.

Tetap Tenang dan Hindari Stres

Kekhawatiran tentang melahirkan lewat HPL dapat membuat Bunda stres dan cemas berlebihan.

Jika dokter kandungan atau bidan menyatakan bahwa Bunda baik-baik saja dan masih punya waktu untuk menunggu, maka sibukkan diri dengan berbagai aktivitas daripada hanya menunggu dan diliputi kekhawatiran. 

Bunda bisa menyiapkan perlengkapan bayi atau membuat masakan untuk seminggu ke depan lalu dibekukan sehingga jika bayi sudah lahir, Bunda tinggal menghangatkan saja.  

Penting juga untuk Bunda banyak beristirahat agar punya energi yang cukup untuk melahirkan nanti. Jika merasa ada sesuatu yang janggal dengan kehamilan, segera hubungi dokter kandungan.

Sumber:

Wang, Mary, MD, et al. Common Questions About Late-Term and Postterm Pregnancy. American Family Physician. 2014 Aug 1;90(3):160-165.

Medline Plus. 2020. When You Pass Your Due Date.

NCBI. 2018. Pregnancy and birth: When your baby’s due date has passed.

Better Health Australia. 2021. Overdue Babies

By dr. Linda Lestari, Sp.OG

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *