Flu Saat Hamil, Ini yang Perlu Dilakukan

flu saat hamil

Paling kesal ya, Bun, kalau tubuh terserang flu?. Badan rasanya pegal-pegal, kepala pusing, terus-menerus bersin, dan hidung mengeluarkan ingus. Keluhan ini tentu mengganggu aktivitas. 

Nah, bagaimana kalau flu menyerang saat Bunda sedang hamil? Ikuti terus paparan berikut agar Bunda bisa berhati-hati dan mengambil langkah tepat untuk mengatasi flu saat hamil.

Apakah Flu Saat Hamil Termasuk Kondisi Serius?

flu saat hamil
Foto: freepik.com

Saat sedang hamil, ingatlah bahwa semua yang terjadi pada diri Bunda juga akan berdampak pada Si Kecil yang berada di dalam perut. Bunda tidak bisa lagi minum obat flu secara sembarangan meskipun obat tersebut biasa dikonsumsi sebelum hamil. Hal ini karena tidak semua obat aman untuk ibu hamil.

Kebanyakan dokter biasanya akan menyarankan Bunda untuk menghindari minum obat apa pun dalam 12 minggu pertama kehamilan. Hal ini karena 12 minggu pertama merupakan masa yang sangat rentan dalam perkembangan organ-organ vital janin. 

Meskipun tersedia obat-obatan yang dianggap aman bagi ibu hamil, Bunda sebaiknya menunda  mengonsumsinya hingga melewati trimester 1 kehamilan, ya. Oleh karena itu, sekecil apa pun gejala flu yang Bunda rasakan, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk mengobatinya.

Flu mungkin sering dianggap ringan, tetapi jangan sepelekan flu ya, Bun. Soalnya, ada risiko yang mungkin timbul akibat flu saat hamil, seperti bayi terlahir prematur, berat badannya kurang, bahkan dalam kasus berat bisa mengakibatkan stillbirth atau bayi lahir dalam kondisi meninggal. 

Gejala Flu Saat Hamil

flu saat hamil
Foto: freepik.com

Saat kekebalan tubuh agak menurun karena kurang istirahat, asupan gizi kurang seimbang, kehujanan, apalagi setelah berdekatan dengan orang lain yang sedang flu, risiko Bunda untuk terkena flu saat hamil menjadi lebih tinggi.

Flu biasanya ditandai dengan gejala berikut:

  • Demam di atas 38̊C
  • Merasa sumeng (tubuh agak hangat tetapi saat diperiksa suhu masih normal) atau menggigil
  • Pegal atau nyeri pada otot dan persendian
  • Merasa lelah
  • Sakit kepala, batuk, maupun nyeri tenggorokan
  • Mual atau muntah
  • Kehilangan nafsu makan 

Pada kasus tertentu, gejala flu juga bisa muncul akibat flu burung, terutama pada orang yang sering kontak dengan unggas, seperti ayam. Segera hubungi dokter bila tiba-tiba Bunda mengalami satu atau beberapa gejala tersebut untuk mendapatkan rekomendasi lebih lanjut. 

Cara Mengatasi Flu Saat Hamil secara Mandiri

Foto: freepik.com

Bila Bunda disarankan atau memilih untuk tidak minum obat-obatan, berikut ini adalah beberapa tindakan mandiri yang cukup efektif untuk meredakan serangan flu:

  • Banyak beristirahat. 
  • Jangan bepergian atau keluar rumah sampai kondisi benar-benar pulih.
  • Sering mencuci tangan dengan sabun atau dengan menggunakan hand sanitizer.
  • Perbanyak asupan cairan untuk meredakan rasa tidak nyaman pada tenggorokan dan cepat mengusir virus dari tubuh melalui urine. Makanan berkuah hangat seperti sup bening merupakan salah satu pereda flu yang baik.
  • Konsumsi makanan yang dapat memperkuat daya tahan tubuh, seperti  buah-buahan yang kaya vitamin C, misalnya jeruk, pepaya, jambu biji, nanas, dan tomat. 
  • Minum madu, karena nutrisi dalam madu sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan nyeri tenggorokan, juga membantu meredakan batuk. Bunda bisa minum madu secara langsung atau mencampurkannya dengan teh jahe dan lemon.
  • Bila hidung tersumbat, Bunda bisa membantu meredakannya dengan menggunakan obat gosok/vaporub yang mengandung menthol pada bagian dada, pelipis, dan di area bawah hidung. 

Sumber:

World Health Organization (2024). Avian Influenza A(H5N1) – United States of America.

NCT UK. 2020. Flu and Pregnancy.

NSW Government. 2019. Pregnant Women and Influenza.Victoria State Government Australia (2024). Human case of avian influenza (bird flu) detected in returned traveller to Victoria.

Healthline. 2015. How to Treat a Cold or Flu When You’re Pregnant.

What to Expect. 2020. Flu During Pregnancy: What You Need to Know to Stay Safe.

By dr. Linda Lestari, Sp.OG

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *