Begini Ciri BAB Normal si Kecil

BAB normal bayi

Salah satu cara untuk mengetahui kondisi kesehatan si Kecil adalah melalui bentuk BAB-nya. Seiring pertambahan usianya, Si Kecil akan mengalami beberapa variasi warna dan tekstur feses, terutama pada tahun pertama kehidupannya. 

Bagaimana mengenali ciri BAB normal si Kecil? Pastinya, hal ini sangat bergantung pada asupannya sehari-hari. Kenali ciri BAB normal pada si Kecil dan kapan saatnya untuk waspada saat terjadi perubahan. 

Beda Asupan, Beda Bentuk BAB

BAB normal bayi

Bergantung dari apa yang masuk ke dalam tubuhnya, feses si Kecil akan berbeda. Ciri BAB normal pada si Kecil adalah sebagai berikut:

Bayi yang mendapat ASI

  • Pada 3 hari pertama, ia akan mengeluarkan mekonium atau kotoran yang terkumpul pada usus besarnya saat masih berada di dalam perut setelah 24-48 jam. Pada hari keempat, BAB akan berubah warna menjadi hijau kekuningan. 
  • Dalam 6 minggu pertama, BAB-nya akan memiliki tekstur agak cair dan berwarna kekuningan. Biasanya si Kecil akan BAB 3 kali sehari, bahkan 4-12 kali. Setelah itu, si Kecil mungkin akan BAB satu kali dalam beberapa hari. Hal ini bukan masalah, karena biasanya ASI terserap sempurna oleh si Kecil, sehingga tidak ada yang tersisa menjadi BAB.
  • Setelah si Kecil mendapat MPASI, ia akan BAB secara teratur.

Bayi yang minum susu formula

  • Sama seperti bayi ASI, pada 3 hari pertama, ia akan mengeluarkan mekonium yang kemudian akan berubah warna menjadi hijau kekuningan.
  • Pada 6 minggu pertama, BAB-nya akan berwarna cokelat muda atau kehijauan. Si Kecil bisa BAB 1-4 kali sehari. Setelah 1 bulan pertama, si Kecil mungkin akan BAB setiap 2 hari sekali. 
  • Setelah mendapat MPASI, si Kecil mungkin akan BAB 1-2 kali sehari. 

BAB si Kecil Dilihat dari Warnanya

BAB normal bayi

Berikut ini adalah beberapa warna BAB si Kecil dan artinya:

Hitam

Pada si Kecil yang usianya belum mencapai 1 minggu, BAB yang warnanya kehitaman adalah normal dan sehat. Namun bila terjadi setelah si Kecil berusia 1 minggu, barulah merupakan indikasi adanya gangguan kesehatan tertentu. 

BAB yang berwarna hitam pada 24 jam pertama usia si Kecil atau disebut juga meconium berisi campuran sel-sel, cairan ketuban, empedu, juga lendir yang masuk ke dalam tubuhnya selama berada di dalam kandungan.

Kuning

Ini adalah ciri BAB normal si Kecil yang minum ASI. Di dalam BAB biasanya juga agak bertekstur berupa butiran-butiran kecil. 

Cokelat atau oranye

Ini adalah ciri BAB normal untuk si Kecil yang minum susu formula. Teksturnya agak padat dibandingkan dengan BAB si Kecil yang minum ASI.

Hijau

Bunda jangan merasa khawatir saat melihat warna BAB si Kecil berwarna kehijauan, karena ini juga ciri BAB normal. 

Kondisi ini bisa jadi disebabkan pencernaan si Kecil berjalan lebih lambat karena banyak asupan yang masuk ke dalam tubuhnya, Bunda banyak makan sayuran hijau, atau Bunda ataupun si Kecil minum antibiotik. 

Kapan Perlu Periksa ke Dokter?

Jangan mengharapkan BAB si Kecil akan serupa dengan BAB orang dewasa ya, Bun. Karena dengan kondisi tubuhnya yang masih rentan, BAB-nya masih bisa berubah-ubah. Segera bawa si Kecil ke dokter bila ada kondisi-kondisi berikut:

  • BAB berwarna putih, karena ini merupakan pertanda terjadi gangguan pada bagian empedunya.
  • BAB berwarna hitam, karena ini merupakan pertanda terdapat darah di dalamnya, yang dicerna melalui perut atau usus kecil.
  • BAB agak berwarna merah, karena berarti terdapat darah dari bagian usus besar atau rektum.
  • Si Kecil merasa kesakitan atau rewel saat BAB.
  • BAB bercampur dengan lendir, yang bisa jadi merupakan pertanda adanya infeksi atau intoleransi terhadap makanan tertentu.
  • BAB tiba-tiba berubah drastis tak lama setelah Bunda memberikan makanan tertentu; mungkin si Kecil mengalami alergi makanan.
  • Si Kecil terus menerus BAB dengan tekstur cair hingga memasuki usia 1 tahun. 
  • Si Kecil mengalami diare

Sumber:

Parents. 2020. The Baby Poop Guide: What’s Normal, What’s Not.

Healthline. 2018. What Does Your Baby’s Poop Color Say About Their Health?

Medical News Today. 2019. Baby Poop Color: Causes and When to See a Doctor.

By dr. Arnold Soetarso, Sp.A

Dokter Spesialis Anak

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *