ASI Belum Keluar Setelah Melahirkan, Bayi Minum Apa?

asi belum keluar bayi minum apa

Jika ASI belum keluar, bayi minum apa? Mungkin Bunda yang akan sebentar lagi akan melahirkan memiliki pertanyaan ini. Apalagi, enam bulan pertama kehidupannya, bayi hanya mengonsumsi ASI. 

Namun Bunda tidak perlu panik. Tidak keluarnya ASI setelah melahirkan adalah hal yang normal. Ada berbagai solusi untuk mengatasi hal ini. Begini caranya!

Proses Terbentuknya ASI

asi berkurang

Setelah melahirkan, normalnya tubuh Bunda akan menghasilkan hormon prolaktin yang berfungsi untuk menghasilkan ASI. 

ASI pertama yang keluar tak lama setelah melahirkan berwarna kekuningan dan bertekstur kental. ASI pertama ini dinamakan kolostrum. Kolostrum mengandung berbagai manfaat bagi bayi, baik dari sisi nutrisi maupun antibodi yang dibutuhkan Si Kecil.

Nutrisi kolostrum yang tinggi menjadi alasan dilakukannya Inisiasi menyusu  dini (IMD). IMD adalah proses pemberian ASI kepada bayi dalam 1 jam pertama setelah kelahiran.

Proses ini disarankan untuk dilakukan, karena bisa memberikan dan mendapatkan manfaat yang berlimpah untuk kesehatan bayi maupun Bunda.

Selama 3–4 hari setelah kolostrum keluar, payudara normalnya akan mulai terasa lebih kencang. Hal ini merupakan pertanda bahwa kolostrum sudah berubah menjadi ASI dan pasokan ASI pun biasanya sudah mulai meningkat pada masa-masa ini.

Namun beberapa Bunda mengalami kesulitan dalam memproduksi ASI. Tidak perlu khawatir ya, Bunda. Sebab, kondisi tersebut lumrah terjadi dan bukan berarti Bunda mengalami masalah tertentu. 

Lebih dari 2-3 hari dan ASI belum keluar setelah melahirkan, maka bisa dibilang ASI terlambat untuk keluar. Dalam bahasa medis, hal ini disebut sebagai delayed onset of lactation. 

Meski terlambat, bukan berarti Bunda tidak bisa memproduksi ASI sama sekali. Sayangnya, keterlambatan keluarnya ASI ini bisa memicu stres yang semakin memicu ASI tidak keluar. 

Penyebab ASI Tidak Keluar

asi belum keluar bayi minum apa

Selain stres, minimnya produksi ASI beberapa hari setelah persalinan, disebabkan oleh penurunan produksi hormon progesteron.

Saat hamil, plasenta memiliki peran penting untuk memproduksi hormon yang berperan dalam pembuatan ASI. Lalu, saat persalinan, plasenta tersebut terpisah dari rahim dan akan keluar dari tubuh.

Akibatnya, terjadi penurunan kadar hormon progesteron dalam tubuh secara drastis, yang menyebabkan ASI tidak keluar setelah melahirkan. 

Beberapa faktor lain penyebab ASI tidak keluar setelah melahirkan meliputi:

Faktor kelahiran

  • Pemberian cairan infus selama persalinan
  • Kehilangan banyak darah setelah melahirkan
  • Masalah pada plasenta
  • Obat selama melahirkan

Faktor kesehatan ibu

  • Diabetes saat kehamilan atau diabetes gestasional
  • Gestational Ovarian Theca Lutein Cysts. Kista ini berkembang saat kehamilan dan menyebabkan kadar hormon testosteron meningkat sehingga menekan produksi ASI setelah melahirkan
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Mengalami Sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarian syndrome (PCOS) yaitu gangguan hormon yang terjadi pada wanita di usia subur
  • Obat-obatan

Faktor payudara ibu

  • Kelahiran prematur
  • Pernah menjalani operasi atau mengalami cedera pada payudara
  • Bentuk puting payudara yang tidak biasa
  • Tidak melakukan Inisiasi Menyusui Dini

Saat ASI Tidak Keluar Juga

asi belum keluar bayi minum apa

Hingga 25 persen ibu mengalami keterlambatan menyusui lebih dari tiga hari. Namun, ini tidak berarti bahwa laktasi tidak akan terjadi, tetapi dapat menjadi penyebab kekhawatiran setiap Bunda.

Sebenarnya Bunda tidak perlu khawatir saat ASI tidak segera keluar setelah melahirkan. Asal berat badan bayi cukup, yaitu lebih dari 2.5 kilogram, Si Kecil bisa bertahan hingga 3 hari berikutnya jika ASI belum keluar.

Asal kondisi kesehatan bayi baik, Si Kecil bisa menunggu sementara sang Bunda terus latihan menyusui dengan benar sampai ASI nya keluar.

Selama ASI tidak keluar, Bunda tetap harus membiarkan Si Kecil mengisap payudara. Ini supaya bayi belajar mengisap dan Bunda belajar menyiapkan dirinya untuk memproduksi ASI.

Jangan cepat-cepat memberikan PASI (pengganti ASI atau susu formula) lantaran takut si kecil akan kelaparan. Yang penting, cukupi kebutuhan gizi ibu dengan makanan bergizi seimbang yang terjamin kualitasnya untuk menunjang produksi ASI.

Tips Merangsang Produksi ASI 

asi belum keluar bayi minum apa

ASI yang tak kunjung keluar berisiko menyebabkan berat badan bayi mengalami penurunan karena kebutuhan harian bayi tidak tercukupi dengan baik.

Jika terlalu lama dibiarkan, kondisi ini tentu berisiko mengganggu perkembangan fisik dan mental bayi khususnya di masa awal kehidupan. Oleh karena itu, sebisa mungkin Bunda harus berusaha untuk “memancing” ASI keluar. 

Berikut beberapa cara merangsang ASI keluar:

Kontak kulit ibu dan bayi (skin-to-skin contact)

Kontak antara kulit Bunda dan Si Kecil sangat membantu untuk merangsang oksitosin dan prolaktin yakni hormon yang terlibat dalam produksi ASI.

Bunda dapat mendekap bayi langsung bersentuhan kulit dan menawarkan payudara dan mengikuti seberapa sering keinginan bayi untuk makan di hari-hari awal.

Pijat payudara

Pijat payudara dikatakan bisa membantu memperlancar peredaran darah dan produksi ASI. 

Salah satu alasan kenapa ASI tak kunjung keluar setelah melahirkan mungkin disebabkan oleh saluran susu yang kurang berfungsi baik.

Lewat pijat payudara, kelenjar susu yang mungkin tersumbat atau menggumpal akan pelan-pelan terurai. ASI yang tadinya tidak bisa keluar pun bisa mengalir dengan lancar.

Rutin menyusui dan memompa ASI

Usahakan untuk selalu rutin menyusui bayi setiap 2-3 jam sekali atau setidaknya memompa ASI. 

Dengan demikian, payudara tetap mendapat rangsangan untuk terus berusaha memproduksi ASI. 

Selain cara-cara di atas, Bunda juga disarankan untuk menghindari penggunaan obat apa pun tanpa persetujuan dokter mengingat bahwa beberapa obat diketahui dapat mengurangi atau menunda produksi ASI.

Bila Bunda masih bingung juga, Bunda bisa berkonsultasi dengan konselor laktasi agar mendapatkan bantuan dan bimbingan yang tepat. Selain itu, lakukan hal-hal yang bisa membuat Bunda tenang dan rileks agar Bunda tidak stres. 

Sumber:

Nakita. 2018. Pasca Persalinan ASI Belum Keluar, Jangan Beri Susu Formula, Tapi Lakukan Ini!.

Breastfeeding Support. 2021. No Breastmilk After Delivery.

Firstcry Parenting. 2019. No Breast Milk After Delivery: Reasons and Diagnosis.

By dr. Mutia Winanda, M.Gizi, Sp. GK

Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Konselor Laktasi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *