Blighted Ovum, Penyebab Keguguran pada Awal Kehamilan

Blighted ovum adalah kondisi ketika sel telur yang telah dibuahi tidak berkembang menjadi bakal janin (embrio). Kondisi ini umumnya tidak bergejala atau mirip dengan gejala kehamilan normal, Bun. Namun, blighted ovum atau hamil kosong bisa terdeteksi melalui pemeriksaan USG.

Blighted ovum terjadi pada trimester pertama kehamilan. Nah, hal inilah yang membuat ibu hamil telat menyadari bahwa ia sedang hamil kosong. Selain itu, kondisi ini juga sering kali menjadi penyebab keguguran pada trimester pertama kehamilan.

Tidak diketahui secara pasti, apa yang menjadi penyebab kondisi ini. Namun, blighted ovum diduga disebabkan oleh kelainan kromosom atau gangguan genetik selama proses pembuahan sel telur oleh sperma.

Apa Penyebab Blighted Ovum?

Proses kehamilan diawali dengan pembuahan sel telur oleh sperma. Setelah itu, sel telur akan berkembang menjadi embrio dalam 8–10 hari, lalu menempel di dinding rahim. Setelah itu, plasenta mulai terbentuk serta hormon ibu hamil mulai meningkat.

Pada kasus blighted ovum, sel telur yang telah dibuahi tidak berkembang menjadi embrio atau malah berhenti berkembang, sehingga janin tidak terbentuk. Nah, penyebab dari kondisi ini tidak diketahu secara pasti, Bun. Namun, banyak yang menduga bahwa blighted ovum disebabkan oleh adanya kelainan kromosom pada sel telur yang telah dibuahi.

Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya blighted ovum, yaitu:

  • Buruknya kualitas sel telur atau sperma
  • Gangguan pada proses pembuahan
  • Infeksi
  • Penyakit tertentu, seperti penyakit autoimun, sindrom polikistik ovarium (PCOS), atau gangguan tiroid
  • Kelainan bentuk rahim
  • Rendahnya kadar progesteron
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Hamil di atas usia 35 tahun

Kenali Tanda-tanda Blighted Ovum

Perlu diketahui, tanda-tanda blighted ovum umumnya mirip dengan kehamilan normal, seperti nyeri payudara, terlambat haid, serta mual dan muntah. Blighted ovum juga bisa memberi tes kehamilan positif, Bun. Nah, hal inilah yang membuat banyak wanita percaya bahwa ia sedang hamil dan beranggapan bahwa kehamilannya sehat.  

Sebenarnya, blighted ovum tidak menunjukkan gejala atau tanda apa pun. Namun, pada beberapa kasus, blighted ovum bisa ditandai dengan gejala keguguran, seperti kram perut bagian bawah, flek atau perdarahan ringan dari vagina, dan hilangnya nyeri payudara.

Namun, tidak semua perdarahan pada trimester pertama menandakan keguguran ya, Bun. Oleh karena itu, pastikan untuk memeriksakan diri dokter jika Bunda mengalami tanda-tanda blighted ovum.

Penanganan Blighted Ovum

ApabilaBunda mengalami tanda-tanda blighted ovum seperti yang sudah disebutkan di atas, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes penunjang berupa USG. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan apakah Bunda mengalami hamil kosong atau tidak.

Jika Bunda mengalami kehamilan normal, hasil pemeriksaan USG akan didapati adanya kantung janin di dalam rahim. Namun, bila kantung janin tidak terlihat, kemungkinan besar Bunda mengalami blighted ovum atau kehamilan kosong.

Tidak ada penanganan khusus yang dilakukan untuk mengatasi blighted ovum. Umumnya, embrio yang tidak berkembang di dalam rahim akan keluar dengan sendirinya melalui vagina atau dengan kata lain Bunda akan mengalami keguguran secara alami.

Namun, pada sebagian kasus, dokter akan menyarankan Bunda untuk melakukan kuret dengan mengangkat kantong kehamilan yang kosong dari dalam rahim. Selain itu, pemberian obat-obatan oleh dokter juga akan dilakukan apabila jaringan tidak dapat keluar dengan sendirinya melalu vagina.

Penting untuk diperhatikan, penggunaan obat-obatan tetap harus diawasi oleh dokter ya, Bun.

Apakah Blighted Ovum Bisa Dicegah?

Sayangnya, blighted ovum tidak dapat dicegah, Bun. Cara yang bisa dilakukan oleh Bunda adalah dengan selalu melakukan pemeriksaan kehamilan ke dokter secara rutin sesuai jadwal yang dianjurkan. Hal ini bertujuan agar kesehatan ibu dan janin selalu terpantau, ya.

Jika mengalami blighted ovum, tidak perlu sedih, ya, karena Bunda masih berkesempatan untuk hamil lagi dan kehamilan selanjutnya berjalan sehat. Jadi, jangan patah semangat ya, Bun.

Penting untuk diingat, setelah mengalami keguguran, Bunda disarankan untuk menunggu 1–3 siklus menstruasi teratur terlebih dahulu sebelum merencanakan kehamilan kembali.

Sumber:

Cleveland Clinic (2021). Diseases & Conditions. Blighted Ovum.

Mayo Clinic (2023). Blighted Ovum: What Causes It?

American Pregnancy Association (2024). Blighted Ovum.

Baby Center (2021). Blighted Ovum.

Healthline (2017). What You Should Know About Blighted Ovum, Miscarriage, and Future Pregnancies.

Parents (2023). What Is a Blighted Ovum?

Pregnancy, Birth & Baby (2024). Blighted Ovum.

Verywell Health (2023). What Is Blighted Ovum?

WebMD (2023). Blighted Ovum.

What to Expect (2022). What Is a Blighted Ovum?

By dr. Kevin Adrian Djantin

Project and Collaboration Medical Editor Alodokter

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *