Hal yang Perlu Dilakukan di Trimester 1

Do’s:

  • Makan setiap 1-2 jam, atau makan sedikit tapi sering
  • Sajikan makanan dengan kondisi hangat dan segar
  • Batasi kafein, maksimal 200-300 gr/hari (setara 1 cangkir kopi). Lebih dari ini maka akan menimbulkan risiko kelainan pada janin. Kafein terdapat pada kopi, teh, cokelat dan sebagainya
  • Olahraga ringan seperti jalan kaki selama 15-30 menit setiap hari. Namun, jika merasa nyeri di bawah perut sebaiknya berhenti, jangan dipaksakan karena dikhawatirkan terjadi kontraksi rahim yang berisiko flek dan keguguran. Olahraga yang diperbolehkan: joging, berenang, jalan kaki, aerobic low impact, dan yoga 

Don’ts:

  • Alkohol dan narkotika
  • Kafein berlebihan (lebih dari 200 gram/hari)
  • Makanan mentah atau setengah matang, yang dapat menyebabkan listerosis (infeksi akibat mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, biasanya pada makanan yang kurang matang) dan toksoplasma, terlebih pada trimester pertama
  • Seafood yang tercemar merkuri
  • Makanan, terutama buah dan sayuran yang sering terkena pestisida tidak dicuci bersih sebelum diolah
  • Makan makanan berlemak seperti gorengan, semur atau sayuran bergajih. Lemak jenuh yang sulit dicerna sehingga memperberat kerja lambung
  • Makanan bersantan seperti opor, rendang dan gulai karena sulit dicerna dan memperberat kerja lambung
  • Kurang minum karena dapat mengakibatkan dehidrasi
  • Susu yang tidak dipasteurisasi
  • Hubungan suami-istri boleh dilakukan, namun sebaiknya berhati-hati dan jangan mengeluarkan sperma di dalam sebelum trimester ketiga. Karena sperma mengandung prostaglandin yang dapat menyebabkan kontraksi rahim. Pada kondisi kehamilan yang kurang baik atau kadar yang rendah, hal tersebut dapat meningkatkan risiko keguguran. Pada akhir kehamilan justru disarankan mengeluarkan sperma di dalam agar dapat dapat membantu merangsang kontraksi persalinan.

Bolehkah Minum Obat?

Masih banyak ibu hamil yang makan obat-obatan sembarangan, padahal itu bisa membahayakan janin. Karena obat berpindah dari ibu ke janin melalui plasenta, yaitu lewat jalan yang juga dilalui zat gizi untuk tumbuh kembang janin. 

Pengaruh obat terhadap janin tergantung pada tingkat perkembangan janin, dosis, jenis, dan kekuatan obat. Karena itu, selalu konsultasikan pada dokter sebelum minum obat apa pun.

By dr. Febriyan Nicolas K., M.Kes., Sp. OG

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *