Kenali Tanda-Tanda Anak Cacingan dan Cara Menghadapinya

anak cacingan

Cacingan atau kondisi infeksi pada tubuh yang diakibatkan oleh parasit berupa cacing, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia termasuk dari penyakit yang terabaikan di Indonesia. Padahal, dampak dari cacingan pada anak cukup besar, Bun. 

Pemerintah melalui Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 15 tahun 2017 juga menyampaikan bahwa prevalensi cacingan di Indonesia pada umumnya masih sangat tinggi, yaitu hingga 62%. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan.

Oleh karena itu, kenali berbagai jenis cacing yang bisa menyerang anak-anak, ciri, penyebab, dan cara mengatasinya agar si Kecil bisa terhindar dari parasit ini. 

Jenis Cacing Penyebab Anak Cacingan

anak cacingan

Berikut beberapa jenis cacing yang menyebabkan anak cacingan:

Cacing Kremi (Enterobius vermicularis)

Cacing ini  sebagian besar hidup di tanah dan dapat menginfeksi dengan mudah melalui tangan atau kaki yang tidak menggunakan alas saat menginjak tanah. Telur cacing kremi rentan menempel di kuku, sela-sela tangan, dan bagian tubuh lainnya. 

Bila anak-anak tidak mencuci tangan sebelum makan, kemungkinan besar telur cacing tersebut akan tertelan bersama makanan. Cacing kremi yang baru menetas akan menempel pada usus besar. 

Cacing Pita (Taenia sp.)

Cacing pita hidup di dalam tubuh dengan cara menempel pada dinding usus. Serangan cacing pita yang sudah sangat parah bisa menyebabkan kerusakan jaringan dan organ tubuh.

Cacing Gelang (Ascariasis lumbricoides)

Cacing jenis ini biasanya masuk ke tubuh manusia melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi telur cacing. Cacing gelang hidup di usus halus sebagai parasit yang mengambil nutrisi tubuh anak. Kadang-kadang, jenis cacing ini juga sering berpindah ke paru-paru dan menimbulkan batuk.

Cacing Tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale)

Cacing tambang kerap masuk ke tubuh melalui pori-pori kulit kaki. Di dalam tubuh, cacing tambang akan menempelkan kepala untuk mengisap darah dari usus. Bahkan, jenis cacing ini juga dapat berpindah ke jantung dan paru-paru melalui aliran darah. 

Risiko Anak Cacingan

anak cacingan

Biasanya cacingan menyerang anak dari usia 5-10 tahun. Jangan menyepelekan kasus anak cacingan ya, Bun, karena cacingan bisa memengaruhi asupan, pencernaan (digestive), penyerapan (absorbsi), dan metabolisme makanan dalam tubuh anak-anak. 

Secara kumulatif, infeksi cacing dapat menimbulkan penurunan penyerapan nutrisi  di dalam tubuh karena berkurangnya kalori dan protein, serta kehilangan darah. 

Dalam jangka panjang, cacingan selain dapat menghambat perkembangan fisik, kecerdasan dan produktivitas, juga dapat menurunkan ketahanan tubuh sehingga mudah terkena penyakit lainnya.

Apa Gejala Anak Cacingan?

gerakan tutup mulut pada anak

Tidak selamanya perut buncit langsung menandakan si Kecil mengalami cacingan ya, Bun. Gejala yang dialami anak bisa berbeda-beda, namun secara umum gejalanya adalah sebagai berikut:

  • Gatal pada dubur
  • Penurunan berat badan secara drastis atau berat badan sulit meningkat
  • Kehilangan nafsu makan
  • Lemas dan sering mengantuk
  • Demam
  • Anemia dan kulit tampak pucat
  • Mual, muntah, dan nyeri perut
  • Batuk terus-menerus dalam waktu yang lama
  • Jika terjadi infeksi berat, BAB bisa mengandung darah dan cacing

Cara Mencegah Anak Cacingan

Adalah tugas kita sebagai orang tua untuk terus mengawasi dan mencegah anak-anak mengalami infeksi cacingan. Penyakit ini sebenarnya bisa dicegah, asal kita sangat memperhatikan faktor kebersihan diri dan lingkungan. 

Agar anak cacingan tidak terjadi, lakukan ini, Bun:

Cuci semua bahan makanan dan pakaian hingga bersih

Telur cacing sulit untuk dilihat dengan mata, sehingga terkadang saat menempel di bahan makanan atau pakaian yang terkena tanah yang mengandung cacing, kita tidak menyadarinya. Untuk itu, selalu pastikan Bunda mencuci semua bahan makanan dan pakaian sampai bersih.

Masak makanan hingga benar-benar matang

Makanan setengah matang atau yang mentah rentan terkontaminasi oleh telur cacing. Untuk menjamin keamanan asupan si Kecil, masak semua makanan hingga matang sempurna. 

Rutin potong kuku

Kuku yang panjang rentan menjadi tempat kotoran dan infeksi cacing. Potong kuku si Kecil secara rutin agar tidak menjadi tempat berkembangbiaknya cacing.

Membiasakan anak memakai alas kaki

Karena cacing bisa menginfeksi tubuh melalui pori-pori kaki, hendaknya Bunda memastikan si Kecil untuk selalu memakai alas kaki, terutama saat bermain di luar. Setelah bermain, selalu cuci kaki dan tangannya dengan menggunakan sabun sampai bersih. 

Gunakan sabun dan antiseptik

Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun sudah terbukti dapat membantu mengurangi gangguan bakteri dan virus. Dengan sering mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan antiseptik, terutama setiap selesai beraktivitas, setelah BAB dan BAK, tangan akan lebih bersih dan terhindar dari infeksi.

Berikan obat cacing

Bunda dapat berikan obat cacing yang dijual bebas untuk si Kecil setiap 6 bulan sekali, atau sesuai rekomendasi dokter, untuk memastikan si Kecil terhindar dari serangan cacing.  

Sumber:

Kemenkes RI. 2017. Penanggulangan Cacingan.

The Asian Parent. Ini 7 Tanda Anak Cacingan yang Mudah Terlihat, Parents Wajib Tahu.

IDAI. 2017. Kecacingan.

IDAI. 2017. Kapan Balita Perlu Minum Obat Cacing?

By dr. Arnold Soetarso, Sp.A

Dokter Spesialis Anak

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *